Muda dan Peduli Rakyat
Kamis, 28 Agustus 2014
fb tw




Tentang Herman Deru

Bupati 25
Di OKU Timur, ada julukan unik disandang bupatinya, Herman Deru: “Bupati 25”. Julukan tersebut bukan tanpa musabab. Ini Terkait dengan kebiasaan Herman Deru yang unik juga menurut takaran cara kerja Bupati pada umumnya yang hari-hari mudah dijumpai di kantor. Deru berbeda. Ia hanya 2 hari saja kerja di kantor, 5 hari selebihnya ia gunakan turun ke lapangan, mengunjungi desa-desa, berdialgog dengan warga, menyerap berbagai aspirasi dan problem yang dihadapi warga.

Itu pula sebabnya, mengapa Deru lebih suka tinggal di rumah peninggalan almarhum ayahnya, H. Hamzah, di Belitang, ketimbang di rumah dinasnya di Martapura. Di Belitang, warga tak sungkan datang dan pergi menyampaikan rupa-rupa soal. “Sebagai pemimpin saya bisa keliru menetapkan kebijakan kalau tidak melihat dan merasakan langsung problem dan harapan warga”, kata Deru.

Anak Pesirah
Corak kepemimpinan Deru yang peduli terhadap rakyat, tidak datang tiba-tiba. Terlahir sebagai anak Pesirah, diam-diam Deru menyimpan sejenis perasaan kagum terhadap corak kepemimpinan ayahnya sebagai Pesirah di Belitang selama hampir dua puluh tahun. Maka, jika Deru memiliki gaya kepemimimpinan seperti sekarang ini: mudah bergaul dengan rakyat, spontan, tegas tapi juga sering jenaka dan gemar humor, sumber insipirasinya adalah gaya kepemimpian pesirah tempo dulu, terutama yg melekat pada diri ayahnya.

Prestasi dan Penghargaan
Tak banyak daerah hasil pemekaran dapat tumbuh dan berkembang dengan cepat seperti OKU Timur. Di banyak tempat, keterbatasan biaya, sumberdaya manusia, pengalaman sebagai daerah baru, acap membuat perkembangan daerah pemekaran tertatih-tatih. Belum lagi sikap pemimpin yang tak selalu sejalan dengan tujuan awal pemekaran, sering membuat ide pemekaran daerah lantas menjadi tak elok didengar. Ada anggapan bahwa itu tak lebih siasat para elite untuk meraih kuasa, dan tak banyak faedah bagi msyarakatnya. Sejumlah kalangan pun berteriak lantang: moratorium pemekaran daerah!

OKU Timur, dengan Herman Deru sebagai bupati pertamanya, berbeda. OKU Timur seperti gadis desa berparas ayu yang tumbuh mekar. Enak disandang, enak dipandang. Berbagai infrastruktur publik, seperti jalan, sekolah, rumah sakit, saluran irigasi, pasar berkembang pesat dengan keteraturan yang terjaga apik. Listrik dapat nyala kapan mau. Hasil tani kian produktif. Lingkungan social relative aman. Mungkin disana-sini belum sempurna betul, itu pasti. Tetapi fakta OKU Timur berkembang pesat, setidaknya dibandingkan ketika ia belum menjadi daerah pemekaran, nyaris tak terbantahkan.

Atas semua capaian itu, OKU Timur beroleh berkah penghargaan nasional, misalnya penghargaan sebagai Daerah Pemakaran Terbaik; Low Cost Innovation dari Kementerian Dalam Negeri karena berhasil menata pasar tradisional dan pedagang kaki lima; dipercaya sebagai Ketua Forum Daerah Penghasil Pangan Indonesia; dan Deru tercatat memecahkan rekor MURI karena dipilih lebih dari 95% warga untuk pengabdiannya yang kedua sebagai Bupati.

Langkah Terobosan
Sukses OKU Timur adalah buah dari serangkaian langkah terobosan Herman Deru lewat berbagai program peduli rakyat. Tentu atas dukungan Wakilnya, H. Cholid Mawardi, segenap aparat, dan masyarakatnya.

Sebagai contoh, di bidang pertanian, agar petani beras tak resah dengan harga pasar yg tak menentu, terutama di musim paceklik, pemerintah sediakan tak kurang dari 20 milyar setiap tahun untuk membeli dari petani. Bibit terbaik difasilitasi oleh pemerintah.
Di bidang perkebunan, Herman Deru memberlakukan “Pogram Bibit Karet Gratis”. Ia juga melarang investor membuka perkebunan karet dan hanya membolehkan membuka pabriknya. Tujuannya agar petani tetap menjadi “tuan bagi tanahnya sendiri”, dan terhindar dari konflik tanah yang tidak perlu seperti acap terjadi di daerah-daerah lain.

Selain itu, Deru juga menggalakkan Asuransi Lahan Pertanian, Sekolah Gratis, dan Bedah Rumah yang kini sudah berhasil membuat 5000 rumah warga miskin menjadi layak huni.

Menatap Masa Depan Sumsel
Sebagai pribadi Herman Deru ingin berbuat lebih banyak bagi masyarakat Sumsel. Tetapi sebagai kepala daerah di OKU Timur, ”tangan”-nya terlalu pendek untuk bisa menjangkau daerah-daerah lainnya. Meski kabupaten/kota memiliki otonomi sendiri, yang berbeda denga provinsi, tak mungkin keduanya berjalan sendiri-sendiri. Sebab dalam praktik saling beririsan. Banyak yang bisa diperbuat seorang gubernur, asal saja ada visi pembangunan pro rakyat yang jelas, dan duduk bersama dengan semua kepala daerah guna menyamakan persepsi dan langkah sesuai dengan otoritasnya masing-masing. Ini perkara tidak sederhana dan musykil. Tetapi persis, di situlah tekad dan niat baik harus dipancangkan, dan langkah nyata diayunkan.

Pertengahan tahun 2013 pilkada Sumsel akan digelar. Herman Deru, tergerak ambil bagian dalam kontestasi itu. “Saya hanya punya cita-cita dan niat baik membangun rakyat Sumsel, selebihnya adalah ikhtiar. Sebab hakim tertinggi dalam demokrasi adalah rakyat; tak peduli apakah ia kaya atau jelata, kota atau desa, lelaki atau perempuan, terdidik atau tidak terdidik. Merekalah yang memutuskan siapa yang pantas diberikan amanah”, kata Deru.

Benteng Keluarga
Di luar aktivitas kedinasan dan kemasyarakatan yang bertumpuk, lengkap dengan segala suka dan dukanya yang acap menekan tenaga, pikiran dan perasaan, Herman Deru sebagai pribadi adalah suami dari seorang isteri, dan bapak dari anak-anaknya. Keharmonisan dan dukungan keluarga bagi Deru adalah prasyarat mutlak yang harus ia miliki agar tak mudah limbung mengemban amanah warga. Keluarga member energy semangat sebab keluarga adalah tempat berangkat dan tempat kita pulang.

Herman Deru lahir pada 17 Nopember 1967. Pernikahannya dengan Hj. Febrita Lustia, puteri H. Husni (mantan Wali Kota Palembang dua periode), dikarunia empat orang puteri: Hj. Percha Leanpuri, Hj. Samantha Tivani, Leony Mareza Puteri, dan Ratu Teny Leriva. Anak sulungnya, Percha Leanpuri, kini menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah mewakili Sumatera Selatan.

Dalam pandangan keluarga, Deru adalah sosok pemimpin keluarga yang hangat dan penuh kasih saying. Ia seorang bapak, tapi juga sekali gus juga guru, teman diskusi dan bercengkrama. “Keluarga, dengan segala kelebihan dan kekurangannya,adalah anugerah terbesar Allah yang harus saya syukuri”, ujar Deru.

Incoming search terms:

  • Anak Herman deru
  • hermanderu com
  • keluarga herman deru
  • herman deru com
  • pilkada sumsel herman deru
  • profil herman deru bupati oku timur
  • tentang herman deru
  • pilgub sumsel herman deru
  • riwayat herman deru
  • HermAn deru pilgub sumsel